Wednesday, April 16, 2008

PLANET MARS: Entah, Selembar Handuk?


Planet Mars yang konon katanya hanya menampakkan batang hidungnya 800 tahun sekali tak ada hubungannya sama sekali dengan cerita film ini, dan film yang sungguh tidak menarik ini tak ada hubungangannya dengan Planet Mars. Bahkan di film ini, aku melihat Planet Mars seperti sebuah handuk berwarna oranye milik ibu dari Kapal (Yogi Finada) dan Donat (Ariyo Wahab), yang senantiasa setia bertengger di pundak wanita tua itu. (Tunggu sampai anda melihat adegan putaran planet berpindah ke gambar sebuah handuk yang menggantung di jemuran. Lho, kok aku jadi ngawur sih…? Maklum lagi teler habis menenggak tujuh gelas Ballo) Planet Mars hanyalah akal bulus Reka Wijaya untuk menimbulkan kesan bombastis atau mungkin sebuah usaha untuk menutupi kebingungannya mendapatkan judul yang tepat bagi cerita garingnya itu.

Terlalu sederhana premis dan plot yang terbangun di film ini. Dituturkan satu keluarga kecil nan bahagia yang hidup dalam kompleks perumahan. Mereka dikitari aneka jenis tetangga yang memiliki keganjilan riwayat hidup masing-masing. Adalah Kapal anak muda yang bawel berkenalan dengan gadis bernama Jasmine (Artika Sari Devi) di salah satu stasiun radio swasta di Kota Jakarta. Tanpa diminta, Kapal langsung meramal atau lebih tepatnya mengutuk kenalan barunya itu bahwa kelak si gadis akan mengalami kebotakan, ditabrak motor, dipecat dari kerjaan sampai perawan tua. Jasmine tersugesti dengan ocehan Kapal lantaran menemukan rambutnya rontok ketika bersisir, atasannya suka mengomel di kantor, dan sampai hari itu belum juga mendapat cowok. Jasmine menemui Kapal di rumahnya agar segera menarik kutukannya itu mesti ia ditawari berbagai persyaratan. Di rumah inilah, Jasmine mengenal cowok bernama Donat yang tak lain adalah kakak Kapal, dan akhirnya mereka menjalin hubungan asmara.

Sesuatu yang sederhana tidak selalu harus berakhir buruk. Ada juga kesederhanaan yang membuahkan kisah yang gemilang. Seperti beberapa film Steven Soderbergh yang membuat film-film realis, tema sederhana, namun berisi. Sayangnya, film ini memaparkan kesederhanaan yang tidak penting untuk diceritakan. Tak ada klimaks yang membikin pantat kita betah merapat di kursi bioskop. Berikut akting para bintang yang tidak bisa dikatakan baru lagi: Artika Sari Devi, Ariyo Wahab, dan Yogi Finanda, tampil kurang maksimal mengurangi kredibilitas. Akting mereka sungguh buruk. Di departemen sinematografi & artistik juga ikut hancur-hancuran serupa film yang kekurangan budget. Scoring yang digawangi Baim tak membuahkan melodi yang enak di telinga, bahkan mengganggu.

Diusung sebagai film bergenre komedi, film ini sama sekali tak lucu. Dialog-dialog yang dilontarkan para tokohnya pun terkesan garing bagai kacang tanah yang baru dijemur. Nggak enak dan bikin perut mules. Ah, Tidak perlu membodohi diri dengan berpanjang-panjang menulis review film yang tergolong kotor seperti ini. Buang-buang kalori saja. Kalau mau tertawa, mendingan nonton Tom & Jery aja di televisi. Lebih bagusan film kartun itu dibandingkan film anak negeri satu ini. Akhir kata: Planet Mars? Jangan gila dooong….!


Planet Mars

Sutradara: Reka Wijaya
Skenario: Reka Wijaya
Produksi: Ganesa Perkasa Films
Pemain: Artika Sari Devi, Yogi Finanda, Ariyo Wahab, Adhitya Putri, Eka “THE BRANDALS”


0 komentar: